Ekspor Pakaian Iran Dapatkan $ 40 juta dalam 7 Bulan – iran news daily iran news now


TEHRAN (Berita Iran) – Wakil Kepala Asosiasi Eksportir dan Produsen Tekstil Iran mengatakan menurut statistik resmi, Iran telah mengekspor pakaian jadi senilai $ 40 juta dalam tujuh bulan pertama tahun ini.

Berbicara kepada IRNA, Majid Nami mengatakan bahwa beberapa ekspor pakaian jadi Iran tidak terdaftar dalam statistik resmi karena dilakukan secara tidak resmi. Dia juga menunjuk pada keberadaan para pedagang dan pedagang dari negara-negara tetangga seperti Irak, Afghanistan, dan Asia Tengah yang membeli pakaian dan pakaian Iran dengan mata uang nasional Iran dan membawanya secara legal atau ilegal ke negara mereka, menegaskan bahwa ini juga semacam ekspor yang tidak menguntungkan produsen dalam negeri itu.

Nami menambahkan bahwa statistik untuk tujuh bulan pertama diumumkan sementara dalam beberapa tahun terakhir rata-rata ekspor pakaian jadi tahunan negara itu rata-rata antara 50 hingga 60 juta dolar.

Dia juga menunjuk pada eksodus merek pakaian asing terkenal dari negara itu dalam dua tahun terakhir, menambahkan bahwa pemerintah telah memutuskan untuk melarang impor pakaian jadi yang merupakan peluang bagus bagi produsen Iran.

Ia mengatakan, peluang ini harus dimanfaatkan swasta untuk memperkuat infrastruktur produksi, meningkatkan kualitas, meningkatkan kuantitas produksi dan karya ilmiah atas produknya sehingga ketika karena beberapa alasan pintu impor terbuka, mereka bisa. bersaing dengan merek asing.

Nami juga mengakui pandemi virus corona telah berdampak serius pada sektor sandang dan hampir 90 persen produsen atau mereka yang aktif di bisnis ini kehilangan pendapatan. Dia menambahkan bahwa bagaimanapun beberapa langkah baik telah diambil untuk penjualan produksi online di toko online dan digital yang telah disambut baik oleh orang Iran.

Dia menegaskan, saat ini kondisi produksi bagus, namun produsen menghadapi kekhawatiran dan tantangan seperti penyediaan bahan baku dan mesin.

Para ahli di industri pakaian jadi memperkirakan ekspor pakaian jadi akan tumbuh 30 persen pada akhir tahun.

Nami juga mengatakan, sejak pekan lalu, operasi pengumpulan produk merek pakaian luar negeri dari toko-toko di dalam negeri sudah dimulai.

Dia mengatakan, setelah mendapat laporan bahwa pusat perbelanjaan besar menjual merek pakaian asing, Markas Besar Penanggulangan Penyelundupan Komoditas dan Devisa meluncurkan operasi untuk mengumpulkan merek asing dari toko.

Dia juga mencatat bahwa jumlah pakaian yang diselundupkan ke negara itu sekitar $ 2,7 pada tahun 2018 dan angka tersebut menghadapi penurunan yang cukup besar pada tahun 2019 karena jumlahnya mencapai $ 1,8 miliar.

Nami mencatat, sejak hampir dua tahun lalu, pemerintah telah menampar lebih dari 1.400 item barang sejenis yang diproduksi di dalam negeri.

Ia menegaskan, hanya merek pakaian asing itu yang boleh berada di negara yang memproduksi sebagian produknya di dalam negeri dan mengekspornya.

Di Buat dan Disajikan Oleh : Togel