Iran membebaskan kapal Korea Selatan yang disita karena sanksi setelah negotasi keuangan

Iran membebaskan kapal Korea Selatan yang disita karena sanksi setelah negotasi keuangan


Dubai: Sebuah kapal tanker minyak Korea Selatan yang ditahan selama berbulan-bulan oleh Iran di tengah sengketa miliaran dolar yang disita oleh Seoul telah dibebaskan pada Jumat pagi, hanya beberapa jam sebelum pembicaraan lebih lanjut antara Teheran dan kekuatan dunia mengenai kesepakatan nuklirnya yang compang-camping.

Data MarineTraffic.com menunjukkan MT Hankuk Chemi meninggalkan Bandar Abbas pada dini hari.

Kementerian Luar Negeri Korea Selatan mengatakan Iran melepaskan kapal tanker dan kaptennya setelah merebut kapal itu pada Januari. Kementerian mengatakan Hankuk Chemi meninggalkan pelabuhan Iran sekitar pukul 6 pagi waktu setempat (11:30 AEST).

Iran tidak segera mengakui bahwa kapal itu telah dibebaskan. Pemilik kapal, DM Shipping of Busan, Korea Selatan, belum bisa dihubungi untuk dimintai komentar.

Gambar CCTV yang disediakan oleh Taikun Shipping Co Korea Selatan ini menunjukkan momen saat kapal tanker Korea Selatan ditangkap oleh speedboat Pengawal Revolusi Iran bersenjata pada 4 Januari.Kredit:AP

Hankuk Chemi telah melakukan perjalanan dari fasilitas petrokimia di Jubail, Arab Saudi, ke Fujairah di Uni Emirat Arab ketika pasukan Pengawal Revolusi menyerbu kapal pada bulan Januari dan memaksa kapal untuk mengubah arah dan melakukan perjalanan ke Iran.

Iran menuduh MT Hankuk Chemi mencemari perairan di Selat Hormuz yang penting. Tetapi penyitaan itu secara luas dilihat sebagai upaya untuk menekan Seoul agar melepaskan miliaran dolar aset Iran yang diikat di bank-bank Korea Selatan di tengah sanksi berat Amerika terhadap Iran.

Kementerian Luar Negeri Korea Selatan tidak merinci ketentuan pembebasan kapal tersebut. Iran pada bulan Februari membebaskan sebagian besar awak kapal.

Memuat

Kantor berita Korea Selatan Yonhap, mengutip seorang pejabat Kementerian Luar Negeri yang tidak disebutkan namanya, menyarankan Seoul untuk melunasi iuran Perserikatan Bangsa-Bangsa Iran yang telah menunggak. Pada bulan Januari, PBB mengatakan Iran menduduki puncak daftar negara yang berhutang kepada badan dunia dengan tagihan minimum lebih dari $ US16 juta ($ 20 juta). Jika tidak dibayar, Iran bisa kehilangan hak pilihnya seperti yang dipersyaratkan di bawah Piagam PBB.

Di Buat dan Disajikan Oleh : Totobet SGP