Pasukan Israel Menembak, Melukai Wanita Palestina Atas Dugaan Upaya Penikaman di Tepi Barat – Iran News Daily


TEHRAN (Berita Iran) – Pasukan militer Israel telah menembak dan melukai seorang pria Palestina di bagian selatan Tepi Barat atas dugaan upaya penikaman terhadap tentara rezim, di tengah meningkatnya ketegangan di wilayah pendudukan.

Militer Israel menuduh dalam sebuah pernyataan bahwa percobaan penikaman terjadi di Gush Etzion Junction dekat kota al-Khalil, Tepi Barat selatan, yang terletak 30 kilometer (19 mil) selatan Yerusalem al-Quds, pada Minggu pagi.

Pernyataan tersebut mengklaim bahwa seorang penduduk berusia 60 tahun dari desa terdekat Husan mendekati sekelompok tentara dengan pisau di tangannya dan mencoba menikam pasukan tersebut.

Pasukan Israel di tempat kejadian kemudian menembaki wanita itu dan melukai kakinya. Tidak ada tentara Israel yang terluka dalam serangan tersebut.

Tersangka dibawa ke Pusat Medis Shaare Zedek di Yerusalem al-Quds dalam kondisi kritis.

Perkembangan itu terjadi hanya dua hari setelah seorang pria Palestina ditembak dan terluka di dekat pemukiman Efrat di Tepi Barat atas dugaan serangan penikaman.

Menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh otoritas Israel pada hari Jumat, insiden itu terjadi ketika tersangka berusaha menikam seorang petugas polisi dan tentara di Efrat Junction dengan “benda tajam” di tangannya.

Pernyataan itu mengatakan tersangka “dinetralkan” sebelum melukai siapa pun yang ada di tempat kejadian. Kondisi pria Palestina itu masih belum diketahui.

Banyak warga Palestina menderita luka-luka atau kehilangan nyawa dalam insiden serupa karena tuduhan bahwa mereka berusaha menikam atau menyerang mobil.

Pasukan Israel dalam banyak kesempatan tertangkap kamera secara brutal membunuh warga Palestina, dengan videonya menjadi viral dan memicu kecaman internasional.

Tel Aviv telah dikritik karena penggunaan kekuatan yang mematikan dan pembunuhan di luar hukum terhadap warga Palestina yang tidak menimbulkan ancaman langsung bagi pasukannya atau bagi pemukim.

Wilayah Palestina telah menjadi tempat ketegangan yang meningkat setelah keputusan Presiden Mahmoud Abbas untuk menunda pemilihan parlemen yang dijadwalkan berlangsung pada 22 Mei.

Dia mengumumkan penundaan pada Kamis malam, mengutip penolakan Israel untuk mengizinkan pemilihan diadakan di Yerusalem Timur al-Quds. Pasukan Israel telah meningkatkan kampanye penangkapan yang menargetkan tokoh-tokoh utama gerakan perlawanan Hamas di Tepi Barat dalam beberapa bulan terakhir, menahan Mustafa al. -Shanar, Adnan Asfour, Khalid al-Hajj, Omar al-Hanbali, Jamal al-Tawil dan Khatam al-Qafisheh.

Di Buat dan Disajikan Oleh : Lagutogel