Penyelam menemukan ‘kotak hitam’ dari lokasi kecelakaan di Laut Jawa

Penyelam menemukan 'kotak hitam' dari lokasi kecelakaan di Laut Jawa


Pemulihan tersebut diharapkan dapat membantu penyelidik untuk menentukan apa yang menyebabkan pesawat Boeing 737-500 menukik ke laut dalam hujan deras tak lama setelah lepas landas dari Jakarta pada Sabtu.

Stasiun TV menunjukkan penyelam di atas kapal karet dengan wadah putih besar berisi perangkat menuju ke pelabuhan Jakarta. Ini akan diserahkan kepada Komite Keselamatan Transportasi Nasional, yang mengawasi investigasi kecelakaan.

Memuat

Sebuah kapal angkatan laut sebelumnya menangkap ping intens yang dipancarkan dari dua perekam tersebut. Mereka terkubur di lumpur dasar laut di bawah berton-ton benda tajam di reruntuhan, kata Kepala Angkatan Laut Indonesia Laksamana Yudo Margono.

Dia mengatakan setidaknya 160 penyelam dikerahkan pada hari Selasa untuk mencari perangkat tersebut.

Lebih dari 3600 personel penyelamat, 13 helikopter, 54 kapal besar dan 20 kapal kecil sedang mencari di daerah utara Jakarta di mana Penerbangan 182 jatuh. Beberapa bagian dari pesawat dan sisa-sisa manusia telah ditemukan di dalam air pada kedalaman 23 meter.

Sejauh ini, para pencari telah mengirimkan 74 kantong jenazah berisi jenazah kepada para ahli identifikasi polisi yang pada Senin mengatakan mereka telah mengidentifikasi korban pertama mereka, pramugari berusia 29 tahun Okky Bisma.

Istrinya, Aldha Refa, yang juga seorang pramugari Sriwijaya Air, berbagi kesedihannya melalui serangkaian postingan di media sosial.

“Suamiku adalah pria yang penyayang, saleh, dan sangat baik,” tulisnya di Instagram. “Surga adalah tempatmu, sayang … damai di sana.”

Anggota keluarga yang menderita telah memberikan sampel untuk tes DNA dan polisi mengatakan hasilnya diharapkan dalam empat hingga delapan hari.

Juru bicara Polri Rusdi Hartono mengatakan sekitar 53 sampel untuk tes DNA sudah terkumpul namun masih dibutuhkan lebih, terutama dari orang tua dan anak korban.

Komite Keselamatan Transportasi Nasional Indonesia mengatakan Dewan Keselamatan Transportasi Nasional AS akan membantu menyelidiki kecelakaan itu.

Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono mengesampingkan kemungkinan pecah di udara setelah melihat kondisi bangkai kapal yang ditemukan oleh pencari. Dia mengatakan jet itu utuh sampai menghantam air, memusatkan bidang puing-puing, daripada menyebarkannya ke area yang luas seperti yang terlihat pada peristiwa di udara.

Dia mengatakan temuan awal KNKT menunjukkan mesin pesawat sedang berjalan ketika menghantam air, berdasarkan bagian jet yang diambil dari laut.

“Kerusakan pada bilah kipas menunjukkan mesin masih bekerja saat terkena benturan. Hal ini sesuai dengan hipotesis bahwa sistem pesawat masih bekerja pada ketinggian 250 kaki,” kata Soerjanto.

Pihak berwenang Indonesia telah menyortir puing-puing yang ditemukan di Laut Jawa.Kredit:Getty

Kementerian transportasi Indonesia mengatakan sebelumnya pada hari Selasa bahwa jet, yang dilarang terbang selama bulan-bulan awal pandemi virus corona, telah lulus pemeriksaan kelaikan udara pada 14 Desember dan telah kembali beroperasi tak lama kemudian.

Memuat

Bencana tersebut telah menghidupkan kembali kekhawatiran tentang keselamatan di industri penerbangan Indonesia, yang tumbuh pesat setelah ekonomi dibuka menyusul jatuhnya diktator Suharto pada akhir 1990-an. Amerika Serikat telah melarang maskapai penerbangan Indonesia beroperasi di negara itu pada tahun 2007, mencabut tindakan tersebut pada tahun 2016, dengan alasan peningkatan kepatuhan dengan standar penerbangan internasional. Uni Eropa mencabut larangan serupa pada 2018.

Dalam setahun terakhir, penerbangan Indonesia dipengaruhi secara signifikan oleh pandemi virus Corona yang menyebabkan pembatasan perjalanan dan penurunan permintaan di kalangan pelancong.

Sriwijaya Air hanya mengalami insiden keselamatan kecil di masa lalu, meskipun seorang petani tewas pada tahun 2008 ketika sebuah pesawat jatuh dari landasan pacu saat mendarat karena masalah hidrolik.

Pada 2018, sebuah jet Boeing 737 MAX 8 yang dioperasikan oleh Lion Air jatuh, menewaskan 189 orang. Sistem kontrol penerbangan otomatis berperan dalam kecelakaan itu, tetapi jet Sriwijaya Air tidak memiliki sistem itu di dalamnya.

AP dengan Reuters

Paling Banyak Dilihat di Dunia

Memuat

Di Buat dan Disajikan Oleh : Totobet SGP