Rencana bertujuan untuk membalikkan migrasi desa-ke-kota – Iran News Daily


TEHRAN (Iran News) – Rencana bertujuan untuk membalikkan migrasi desa-ke-kota. Yayasan Amal Barekat, yang berafiliasi dengan Markas Besar Pelaksana Ordo Imam, akan meluncurkan rencana untuk menciptakan pekerjaan yang sesuai di desa-desa, yang bertujuan untuk membalikkan tren migrasi desa-ke-kota.

Disebut “Saya akan kembali ke desa”, rencana tersebut memberikan fasilitas khusus kepada penduduk desa yang bermigrasi ke kota dan membantu mereka mencari nafkah kembali ke tempat lahir mereka.

Banyak warga pedesaan yang bermigrasi ke kota karena pengangguran dan harapan untuk membuat masa depan yang lebih baik, kata Seyed Amir Hossein Madani, Direktur Pelaksana Yayasan Barakat.

Dengan implementasi rencana ini, migrasi 20.000 orang dari perkotaan ke pedesaan direncanakan, katanya lebih lanjut, YJC melaporkan pada hari Minggu.

Tren penurunan migrasi dari daerah pedesaan ke kota

Saat ini, 26 persen penduduk negara tinggal di desa, sekitar 39.000 desa memiliki lebih dari 20 rumah tangga dan 23.000 desa memiliki kurang dari 20 rumah tangga.

Dengan demikian, lebih dari 97 persen penduduk pedesaan negara itu tinggal di desa-desa dengan lebih dari 20.000 rumah tangga.

Banyak upaya telah dilakukan selama beberapa tahun terakhir oleh pemerintah untuk mendukung penduduk desa dan memperlambat tren migrasi dari daerah pedesaan ke kota.

Wisata pedesaan, agrowisata, wisata religi, dan ekowisata merupakan alternatif atau kegiatan ekonomi pelengkap yang dapat lebih mendorong pembangunan pedesaan sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat pedesaan pada satu sektor ekonomi utama (pertanian, kehutanan, energi, atau pertambangan).

Mohammad Omid, wakil presiden bidang pembangunan pedesaan, mengatakan pada November 2020 untuk pertama kalinya di negara itu, migrasi orang dari pedesaan ke kota telah mencapai nol.

Sebanyak 220 triliun real (hampir $ 5,6 miliar) telah disetujui untuk pengembangan desa pada tahun berjalan (Maret 2020-Maret 2021), kata Omid.

Sekitar 140 triliun real (sekitar $ 3,3 miliar) sejauh ini telah dihabiskan, katanya, seraya menambahkan, tingkat pengangguran di daerah pedesaan telah mencapai 7,4 persen, yang menurun lebih dari satu persen dibandingkan tahun lalu.

Pada Oktober 2020, Omid menyatakan bahwa proyek pembangunan pedesaan senilai 130 triliun real (hampir $ 3 miliar) diresmikan dalam rangka Hari Penduduk Desa dan Pengembara Nasional.

Ia menambahkan, 6.750 proyek konstruksi akan mulai mengalir di berbagai bidang seperti jalan, komunikasi, dll. Selain itu, sebanyak 26.512 proyek akan diluncurkan di seluruh negeri.

Di Buat dan Disajikan Oleh : Toto SGP